Postingan

DARI GRUB WA KE ATAS MIMBAR : SEBUAH PELAJARAN TENTANG KOMUNIKASI

Gambar
Disclaimer : Saya sebenarnya ingin menanggapi langsung diTKP tetapi karena ini bulan Ramadan, saya memilih diam Saya juga bisa saja menelepon atau berbicara langsung dengan saudara pengurus tapi saya rasa itu kurang tepat karena saudara pengurus sendiri membahas itu didapan forum yang disaksikan banyak orang . Pekan lalu saya hanya bertanya di grup WA Muhammadiyah. Ada tulisan yang mengatakan, “ Jangan sampai masjid dipegang oleh orang lain .” Saya lalu bertanya: yang dimaksud “orang lain” itu siapa? Apakah orang yang sekarang memegang kunci masjid? Karena setahu saya, beliau bukan warga Muhammadiyah dan berasal dari jemaah luar Muhammadiyah . Atas pertanyaan itu, pengurus sebenarnya sudah menjawab bahwa saudara yang memegang kunci tersebut adalah simpatisan dan sudah terdaftar di MPKS . Dengan jawaban itu, saya menganggap sudah ada penjelasan. Namun ada tulisan lain yang menanggapi pertanyaan saya, pertanyaan itu justru dianggap menyerang. dan membalas dengan mempertanyak...

SEJARAH BERDIRINYA MASJID TAQWA KELURAHAN TERJUN (BAGIAN 2)

KRONOLOGIS PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGANMASJID TAQWA MUHAMMADIYAH RANTING KELURAHAN TERJUN

SEJARAH BERDIRINYA MASJID TAQWA KELURAHAN TERJUN (BAGIAN 1)

KRONOLOGIS PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN MASJID TAQWA MUHAMMADIYAH RANTING KELURAHAN TERJUN 1. Kondisi Awal (2001) Pada tahun 2001, Lingkungan X Jalan Abdul Sani Muthalib, Kelurahan Terjun, belum memiliki mushollah sebagai sarana ibadah umat Islam. Sementara itu, di Lingkungan IX telah berdiri dua mushollah, yaitu Mushollah Al-Ikhlas di Jalan Monel Anwar dan Mushollah Ar-Royan di Gang Manggis. Kondisi tersebut melatarbelakangi munculnya gagasan untuk menghadirkan tempat ibadah yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh warga Lingkungan X. 2. Munculnya Gagasan dan Tantangan Awal Gagasan pembangunan mushollah diprakarsai oleh Ilham Damanik, warga Lingkungan X, yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan sarana ibadah tersebut. Tujuan pembangunan tidak hanya untuk memudahkan pelaksanaan sholat berjamaah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan generasi muda serta kegiatan keagamaan masyarakat. Namun pada tahap awal, dukungan masyarakat masih terbatas. Sebagian warga menilai rencana t...

KETIKA IDENTITAS MENGGESER ARGUMEN

Ketika Identitas Menggeser Argumen Dalam sebuah diskusi, yang semestinya menjadi pusat perhatian adalah gagasan, data, dan alur berpikir yang dibangun. Namun tidak jarang, pembahasan yang seharusnya substantif justru berbelok ketika identitas pribadi mulai dipertanyakan. Di titik itulah argumen perlahan tersingkir, dan identitas mengambil alih ruang dialog. Pertanyaan seperti, “ Sudah Muhammadiyah kali kah Anda? ” pada dasarnya tidak menjawab pokok persoalan yang sedang dibicarakan. Ia tidak memperkuat atau melemahkan isi argumen. Yang terjadi justru pergeseran fokus: dari apa yang dibahas, menjadi siapa yang berbicara. Dalam logika diskusi, pergeseran seperti ini melemahkan kualitas percakapan karena ukuran kebenaran tidak lagi ditimbang dari substansi, melainkan dari atribut personal. Lebih jauh lagi, “kemuhammadiyahan” seseorang bukanlah sesuatu yang memiliki alat ukur baku dalam ruang diskusi. Jika yang dimaksud adalah status administratif, maka indikator formalnya hanyalah kartu...

KONTRIBUSI DAN SIKAP DALAM ORGANISASI

Tentang Kontribusi dan Sikap Kita Bersama Setiap organisasi memerlukan anggaran sebagai penopang program dan keberlanjutan kegiatan. Anggaran tersebut bersumber dari kontribusi para anggota, sesuai dengan kemampuan dan kelapangan masing-masing. Perlu dipahami bahwa kontribusi tidak selalu identik dengan besarnya nominal. Setiap anggota memiliki kondisi, tanggung jawab, dan kapasitas yang berbeda. Karena itu, besar kecilnya angka tidak sepantasnya menjadi tolok ukur kepedulian. Belakangan ini muncul kecenderungan untuk menilai atau memberi label terhadap kontribusi yang dianggap “kurang”. Sikap demikian perlu kita evaluasi bersama. Mengukur kepedulian hanya dari nominal berisiko melahirkan prasangka dan mengikis semangat kebersamaan. Dalam nilai-nilai keislaman, amal ditimbang dari niat dan keikhlasan. Maka menjaga adab dalam berbicara serta menahan diri dari penilaian sepihak adalah bagian dari kedewasaan berorganisasi. 📝 Catatan Redaksi: Organisasi akan tumbuh kuat bukan hanya karena...

SUNAT MENURUT YAHUDI KRISTEN DAN ISLAM

SUNAT: PERJANJIAN KEKAL ATAU JANJI YANG DIBATALKAN? Isu sunat bukan sekadar praktik fisik, tetapi menyangkut otoritas wahyu dan konsistensi perjanjian Allah. Mari kita lihat langsung pada teksnya. --- 1. Allah Menyebutnya “Perjanjian Kekal” Dalam Kitab Kejadian 17:10–13, tertulis: > “Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat… Haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu… Maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.” Dan ayat 14 menegaskan: > “Dan orang yang tidak disunat… orang itu harus dilenyapkan… ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” Teks ini jelas: Sunat adalah tanda perjanjian. Disebut perjanjian kekal. Tidak bersunat berarti mengingkari perjanjian. --- 2. Yesus Disunat Dalam Injil Lukas 2:21, tertulis: > “Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus…” Yesus menja...

SIFAT SOMBONG DAN ANGKUH

Ciri – Ciri Sifat Sombong dan Angkuh Sombong atau dalam istilah Arabnya  Al-Bathar , dalam kamus lisan Al-Arab disebutkan bahwa arti kata bathar sinonim dengan  takabur  yang berarti sombong. Rasulullah SAW dalam hadis menjelaskan definisi sombong : Sombong  ialah tidak menerima kebenaran dan menghina sesama manusia. Orang sombong memiliki ciri - ciri tidak tahan mendengar kritik dan saran.  Orang sombong bila dikritik akan emosi, sakit hati, dendam dan sibuk balas mengkritik . Mereka akan lebih sibuk membela diri daripada intropeksi diri. Orang sombong juga biasanya mudah tersinggung. Orang sombong sering merasa dialah yang selalu benar sehingga sulit menerima pendapat orang lain. Kadang mudah bagi kita untuk menilai kesombongan orang lain tapi sulit sekali untuk mengakui kesombongan diri sendiri yang justru akan menjadi sifat yang mencelakai kita. Beberapa ciri dari orang yang mempunyai sifat sombong/angkuh  : Mempunyai akhla...