KONTRIBUSI DAN SIKAP DALAM ORGANISASI

Tentang Kontribusi dan Sikap Kita Bersama

Setiap organisasi memerlukan anggaran sebagai penopang program dan keberlanjutan kegiatan. Anggaran tersebut bersumber dari kontribusi para anggota, sesuai dengan kemampuan dan kelapangan masing-masing.

Perlu dipahami bahwa kontribusi tidak selalu identik dengan besarnya nominal. Setiap anggota memiliki kondisi, tanggung jawab, dan kapasitas yang berbeda. Karena itu, besar kecilnya angka tidak sepantasnya menjadi tolok ukur kepedulian.

Belakangan ini muncul kecenderungan untuk menilai atau memberi label terhadap kontribusi yang dianggap “kurang”. Sikap demikian perlu kita evaluasi bersama. Mengukur kepedulian hanya dari nominal berisiko melahirkan prasangka dan mengikis semangat kebersamaan.

Dalam nilai-nilai keislaman, amal ditimbang dari niat dan keikhlasan. Maka menjaga adab dalam berbicara serta menahan diri dari penilaian sepihak adalah bagian dari kedewasaan berorganisasi.

📝 Catatan Redaksi:
Organisasi akan tumbuh kuat bukan hanya karena besar anggarannya, tetapi karena kokohnya saling percaya dan saling menghargai di antara anggotanya.

Semoga kita semua dapat terus memperbaiki niat, sikap, dan kontribusi—dimulai dari diri sendiri.


Oleh :Abu Muazzam Al-Marilani 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DARI GRUB WA KE ATAS MIMBAR : SEBUAH PELAJARAN TENTANG KOMUNIKASI

SEJARAH BERDIRINYA MASJID TAQWA KELURAHAN TERJUN (BAGIAN 1)

INDONESIA NEGERIKU